Sabtu, 28 Jan 2012

Login Form



      
SELAMAT DATANG DI WEB IA GD ITB

Biografi dan Cerita Sukses Alumni Geodesi

Website IAGD saat ini telah meluncurkan Biografi dan Cerita Sukses dari Alumni Geodesi ITB. Pada saat ini telah tersedia Cerita Sukses dari Biempi harbimaharani - Angkatan 77, Hasanuddin Z Abidin - Angkatan 78, dan Biografi Jacub Rais. Berikutnya akan diluncur Biografi Pranoto Asmoro.

 

 

Tournament Group Golf Geodesy Ganesha  (G4)

Dalam rangka menjalin tali silahturahmi antar Rekan-Sahabat alumni GD ITB melalui
kegiatan olah raga golf, maka Pengurus IA-GD akan menyelenggarakan Tournament
Group Golf Geodesy Ganesha  (G4) pada :

Selanjutnya...
 

Tenis IAGD

Dalam rangka menjalin tali silahturahmi antar Rekan-Sahabat alumni GD ITB melalui kegiatan olah raga, maka Bagian Kegiatan Rutin Pengurus IA-GD akan menjadikan olah raga tenis sebagai salah satu agenda rutin. Untuk masuksud itu, IAGD telah mempersiapkan fasilitas; antara lain lapangan, bola dan berikut ball boynya.

Selanjutnya...
 

Kebijakan Pembangunan Sektor Kelautan Harus Sektor Kelautan Memerlukan Kebijakan Yang Integratif

Potensi kelautan yang meliputi perikanan, pariwisata bahari dan jasa kelautan merupakan bidang pembangunan yang tidak dapat berdiri sendiri, karena melibatkan banyak sektor. Ketiga sektor di atas belum memberikan kontribusi yang signifikan kepada Negara, apabila dibandingkan dengqn potensi yang dimiliki. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai kebijakan yang tumpang tindih antar ketiga sektor tersebut. Disamping kurangnya dukungan dari sektor lainnya. Pengembangan ketiga sektor ini membutuhkan komitmen, koordinasi dan partisipasi aktif dari sektor yang terkait (stakeholders). Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kesamaan pola pikir dan pola tindak yang terintegrasi dari semua pihak dalam mewujudkan kebijakan lintas sektoral untuk mempercepat pembangunan perikanan, pariwisata bahari dan jasa kelautan. Hal ini dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi pada Workshop Perumusan Kebijakan Pembangunan Kelautan Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta, (6/11).

 

Selanjutnya...
 

 Membandingkan Gempa Sichuan dan Gempa Yogya

Hingga seminggu pasca gempa tektonik Sichuan yang memiliki moment magnitude 7,9 Mw itu, korban tewas telah mencapai 50.000 orang sementara ribuan lainnya masih terkubur di bawah timbunan puing, entah hidup atau tidak. Beberapa kota terhapus dari peta karena tidak ada lagi satupun bangunan yang tegak berdiri utuh.

 

Selanjutnya...